:: Mutiara Kata Pembuka Hati ::



(Kahlil Gibran)

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you
You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
Which you cannot visit, not even in your dreams
You may strive to be like them, but seek not to make them like you
For life goes not backward nor tarries with yesterday
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
And He bends you with His might that His arrows may go swift and far
Let your bending in the archer’s hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also The bow that is stable

Monday, May 30, 2005

Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

(A. Mustofa Bisri)

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

        Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
        Kapan kau sempat menikmati hidup?
        Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
        Kapan kau hidup?
        Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
        Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
        Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
        Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

        Kalau kau pamer kepintaran saja
        Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
        Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
        Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

        Kalau kau sibuk bertikai saja
        Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
        Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
        Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

        Kalau kau sibuk berkhutbah saja
        Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
        Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
        Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

        Kalau kau sibuk berbicara saja
        Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
        Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
        Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

        Kalau kau sibuk dengan kulit saja
        Kapan kau sempat menyentuh isinya?
        Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
        Kapan kau sampai intinya?
        Kalau kau sibuk dengan intinya saja
        Kapan kau memakrifati nya-nya?
        Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
        Kapan kau bersatu dengan Nya?

"Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban"

go to the top of the page


Post a Comment
<< Home