:: Mutiara Kata Pembuka Hati ::

What's.....

Children

(Kahlil Gibran)

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you
You may give them your love but not your thoughts,
For they have their own thoughts
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
Which you cannot visit, not even in your dreams
You may strive to be like them, but seek not to make them like you
For life goes not backward nor tarries with yesterday
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
And He bends you with His might that His arrows may go swift and far
Let your bending in the archer’s hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves also The bow that is stable


Wednesday, April 13, 2005

Tafsiran Muutu Qabla anta Muutu : Rumi
('Mati' sebelum Engkau Mati)

Kau sudah banyak menderita
Tetapi kau masih terbalut tirai'
Karena kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu tak kan habis sebelum kau 'Mati'
Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga
Ketika dua dari seratus anak tangga hilang
Kau terlarang menginjak atap
Bila tali kehilangan satu elo dari seratus
Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba
Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu
Sebelum kau letakan "mann" terakhir...

Perahu yang sudah hancur berpuing-puing
Akan menjadi matahari di Lazuardi
Karena kau belum 'Mati',
Maka deritamu berkepanjangan
Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar
Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi
Sebelum gemintang bersembunyi
Arahkan tombakmu pada dirimu
Lalu 'Hancurkan'lah dirimu
Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu...

Wahai mereka yang memiliki ketulusan...
Jika ingin terbuka 'tirai'
Pilihlah 'Kematian' dan sobekkan 'tirai'
Bukanlah karena 'Kematian' itu kau akan masuk ke kuburan
Akan tetapi karena 'Kematian' adalah Perubahan
Untuk masuk ke dalam Cahaya...
Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya
Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya
Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar
Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa...

(Mawlana Jalal ad-Diin Rumi)

go to the top of the page

1 Comments:

  • Adakah aku harus bernegosiasi dengan Allah agar dunia ini lenyap?
    Apakah aku hari ini harus menawar kematianku di dunia ini dengan hidup sejati?

    Tidak! Aku tak berani untuk memungut hak Tuhanku
    Sebab aku ini bukan siapa-siapa
    dan tak pernah punya apa-apa.

    Bagaimana aku bisa sampai pada hidup
    Jika saja itu belum aku mengalaminya?

    Aku tak berani membenci dunia
    sebab memang Tuhanku sedang menempatkanku di sini
    Aku pun tak berani mengharap akhirat
    Meski itu telah diperjanjikan.

    Aku hanya menjalani apa yang aku alami

    Kalau aku berpikir, sebab Tuhanku memberi pikiran
    Aku hanya menjalani akalku
    Sebab itulah yang diberikan Tuhan kepadaku.

    Hidup tak perlu kuminta
    Mati tak usah kuharap

    Sesungguhnya tabir antara aku dan Tuhanku adalah ketidakrelaanku
    Adakah aku ikhlas menerima kehendak Tuhanku,
    jika aku harus membenci dunia dan merengek agar tabir dibuka,
    jika saja belum saatnya?

    Sesungguhnya derita itu tak pernah ada,
    jika saja rasa tak pernah melawan kehendak Tuhan.

    By Anonymous Tombo Ati, at April 13, 2005 9:50 AM  

Post a Comment
<< Home